Assalamu'alaikum, sahabat remaja Spenpatru!
Selamat datang kembali di blog kita yang penuh keberkahan ini. Hari ini, mari kita belajar sedikit mengenai Ilmuan yang pernah ada pada zaman dahulu.
Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan bin al-Haitsam
(Arab: أبو علي Ø§Ù„ØØ³Ù† بن Ø§Ù„ØØ³Ù† بن الهيثم)
atau Ibnu al-Haitsam (Bashrah, 965 - Qahirah 1039), dibarat lebih dikenal dengan
nama Alhazen. Adalah seorang ilmuwan yang ahli dalam bidang sains, falak,
matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan
penelitian mengenai cahaya, dan telah memberikan banyak inspirasi pada ahli
sains barat, seperti Roger Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta
teleskop.
Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam
telah melahirkan banyak sarjana dan ilmuwan yang sangat hebat dalam bidang
falsafah, sains, politik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, dan
sebagainya. Salah satu ciri yang dapat dilihat pada para tokoh ilmuwan Islam
ialah mereka tidak sekadar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda,
tetapi dalam masa yang singkat dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara
bersamaan.
Walaupun Ibnu al-Haitsam lebih dikenal dalam
bidang sains dan pengobatan, tetapi dia juga ahli dalam bidang agama, falsafah,
dan astronomi.
Perjalanan hidup
Dikalangan cendikiawan Barat, Ibnu al-Haitsam
dikenal dengan nama Alhazen. Ibnu al-Haitsam dilahirkan di Basrah pada tahun
354H atau 965 Masehi. Ia memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum diangkat
menjadi pegawai pemerintah ditempat kelahirannya. Setelah beberapa lama bekerja
dipemerintahan, Ibnu al-Haitsam pergi ke Ahwaz dan Mesir diperjalanan ke Ahwaz,
Ibnu al-Haitsam menghasilkan beberapa karya tulis yang luar biasa.
Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan, telah
membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di Mesir Ibnu al-Haitsam melakukan
beberapa penyelidikan mengenai aliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku
mengenai matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang cadangan
dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.
Ibnu al-Haitsam telah menjadi seorang yang
mahir dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan
falsafah. Tulisannya mengenai cara kerja mata manusia, telah menjadi salah satu
Referensi yang penting dalam bidang kajian sains di Barat. Teorinya mengenai
pengobatan mata masih digunakan hingga saat ini diberbagai Universitas di
seluruh dunia.
Karya dan penelitian
Sains
Ibnu
Haitsam merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya
mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger,
Bacon, dan Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Ia merupakan orang pertama
yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.
Beberapa
buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa
Inggris, antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas
mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta
bayang-bayang dan gerhana.
Menurut
Ibnu Haitsam, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 derajat
di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila matahari berada
di garis 19 derajat ufuk barat. Dalam kajiannya, dia juga telah berhasil
menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.
Ibnu
Haitsam juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, dan dari
situ ditemukanlah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para
ilmuwan di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia.
Yang lebih
menakjubkan ialah Ibnu Haitsam telah menemui prinsip isi padu udara sebelum
seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun
kemudian. Ibnu Haitsam juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum
Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Haitsam mengenai jiwa
manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur
telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan wayang gambar.
Teori dia telah membawa kepada penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung
dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita lihat pada masa
kini.
Filsafat
Ibnu
Haitsam juga banyak menulis mengenai falsafah, logika, metafisika, dan
persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Ia turut menulis ulasan dan
ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu.
Penulisan
falsafahnya banyak tertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi
pertikaian. Padanya pertikaian dan pertelingkahan mengenai sesuatu perkara
berpunca daripada pendekatan yang digunakan dalam mengenalinya.
Dia juga
berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua dakwaan
kebenaran wajar diragui dalam menilai semua pandangan yang sedia ada. Jadi,
pandangannya mengenai falsafah amat menarik untuk disoroti.
Bagi Ibnu
Haitsam, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematik, sains, dan
ketuhanan. Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk
menguasainya seseorang itu perlu menggunakan waktu mudanya dengan sepenuhnya.
Apabila umur semakin meningkat, kekuatan fisik dan mental akan turut mengalami
kemerosotan.
Karya Ibnu
Al-Haitsam
Ibnu Haitsam membuktikan bahwa ia bergairah mencari dan
mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya, sehingga dia berhasil menulis
banyak buku dan makalah.
Di antara buku hasil karyanya pada bidang optik sebagai berikut:
1.
Risalah Fi Al-Ain Wa Al-Abshar
2.
Risalah Fi Al-Maraya Al-Muhriqah
Bi Ad-Dawa'ir
3.
Risalah Fi In'ithaf Adh-Dhau
4.
Risalah Fi Al-Maraya Al-Muhriqah
Bi Al-Quthu
5.
Kitab Fi Al-Halah Wa Qaus Qazah
Selain pada bidang optik, Ibnu Haitsam pun ahli dalam bidang
astronomi, berikut nama-nama buku yang ditulis oleh Ibnu Haistam dalam bidang
Astronomi:
1.
At-Tanbih Ala Ma Fi Ar-Rashdi Min
Al-Ghalath
2.
Irtifa' Al-Kawakib
3.
Maqalah Fi Ab'ad Al-Ajram
As-Samawiyyah wa Iqdar I'zhamiha wa Ghairiha
4.
Kitab Fi Hai'ati Al-Alam
5.
Risalah Fi Asy-Syafaq
Ibnu Haitsam pun sangat terampil dalam bidang matematika,
berikut karyanya dalam bidang matematika:
1.
AL-Jami' Fi Ushul Al-Hisab
2.
Ilal Al-Hisab Al-Hindi
3.
Ta'liq Ala Ilm Al-Jabar
4. Al-Mukhtashar Fi Ilm Al-Handasah
5.
Tarbi' Ad-Da'irah
6.
Al-Asykal Al-Hilaliyah
Sumbangan Ibnu Haitsam kepada ilmu sains dan filsafat amat
banyak. Karena itulah Ibnu Haitsam dikenali sebagai seorang yang miskin dari
segi material tetapi kaya dengan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan
pendapatnya masih relevan hingga saat ini.
Author : Dinda Kirana Ayu Putri Gunawilaga
