Jejak Mukjizat Rasulullah di Masjid Kuk
Masjid ini tidak hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang mendalam. Nama "Masjid Kuk" berasal dari peristiwa ketika Rasulullah SAW berhenti dan bersandar di tempat ini setelah memasuki Thaif. Beliau SAW, dalam keadaan letih, berbaring di tanah dan menopang dirinya dengan sikunya, menyandar pada kemiringan tanah. Dari peristiwa ini, masjid ini diberi nama "Masjid Kuk" yang berarti Masjid Siku.
Meski tidak ditemukan batu yang menjadi tempat bersandar Rasulullah, banyak yang percaya bahwa bekas peristiwa tersebut ada pada batu di Masjid Kuk. Meskipun dibangun sekitar 800 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, masjid ini tetap menjadi destinasi para jemaah umrah yang ingin menyaksikan jejak bersejarah tersebut.
Menelusuri Keajaiban Masjid Kuk
Masjid Kuk telah menjadi tempat yang dikunjungi oleh jemaah haji dan umrah. Meskipun hanya sebuah bangunan kecil dari batu bata, masjid ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam yang ingin meresapi keajaiban sejarah Islam.
Pemandu wisata dari Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi (SCTH), Khalid Al-Shirbi, menjelaskan bahwa banyak wisatawan mempercayai bahwa Rasulullah SAW bersandar pada batu di Masjid Kuk, meninggalkan bekas yang memberikan kesan mendalam.
Pengalaman Mengunjungi Masjid Kuk
Ahmad Hawassy, seorang penulis yang juga pernah mengunjungi Masjid Kuk, berbagi pengalamannya. Meski bangunan ini terbilang kecil dan kurang terawat, namun di dalamnya terdapat ruangan kecil yang dapat digunakan untuk salat beberapa orang.
Menurut penuturan mutawwif (pemandu wisata) yang menemani rombongan Ahmad Hawassy, mukjizat pernah terjadi di lokasi ini. Saat Nabi Muhammad SAW bersandar pada batu di Masjid Kuk, tiba-tiba batu itu ambles, menjadi bukti keajaiban yang ditinggalkan oleh Rasulullah.
Meskipun begitu, Masjid Kuk tetap menjadi tempat suci dan penuh berkah bagi umat Islam yang ingin merenungkan jejak perjalanan Rasulullah SAW. Meski terletak jauh di Arab Saudi, Masjid Kuk mengajarkan kita tentang pentingnya merawat dan menghormati tempat-tempat yang menyimpan sejarah keislaman.
Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pembaca, terutama para remaja masjid di SMP Negeri 4 Waru, Wassaamualaikum wr.wb.
Author : Rifky Faturrachman Puloo
