Assalamualaikum wr.wb, Di kabarkan Iran dan Pakistan dengan tegas menegaskan perlunya kerja sama terkoordinasi antar-negara Islam untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Iran, Seyyed Ebrahim Raisi, dan Presiden Pakistan, Arif-ur-Rehman Alvi, dalam diskusi telepon mereka baru-baru ini.
Dalam percakapan tersebut, keduanya merinci kegagalan organisasi internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB, dalam menghentikan serangan yang terus berlanjut oleh Israel di Gaza. Raisi dan Alvi mengutarakan keprihatinan mendalam terhadap kejahatan dan genosida yang menimpa warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan, di wilayah tersebut.
Raisi menyoroti ketidakefektifan respons internasional terhadap situasi Gaza, sedangkan Alvi menyatakan kebutuhan mendesak akan keterlibatan aktif umat Islam dalam mengatasi tantangan ini.
"Kita harus bersatu untuk membawa perubahan signifikan dalam struktur organisasi internasional, dan umat Islam harus memimpin upaya ini," ungkap Alvi.
Selain itu, Alvi juga menyoroti statistik korban, dengan lebih dari 19 ribu orang tewas, termasuk ribuan anak-anak dan perempuan. Ia menekankan urgensi mencari solusi yang adil, dengan menyuarakan kemerdekaan Palestina sebagai elemen kunci menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.
Dalam laporan medis terbaru, lebih dari 20.000 orang tewas akibat serangan Israel di Gaza, dengan korban termasuk anak-anak dan perempuan. Sebanyak 52.600 orang mengalami luka-luka serius, sementara 90 persen populasi di Jalur Gaza menghadapi ancaman kelaparan akut.
Melalui komunikasi ini, Iran dan Pakistan mengajak negara-negara Islam untuk bersatu, memberikan dukungan konkret, dan memperjuangkan perdamaian serta keadilan di Palestina. Semua ini sebagai langkah menuju pemecahan akhir terhadap konflik yang telah berlangsung terlalu lama, Wassalamualaikum wr.wb.
Author : Rifky Faturrachman Puloo
